Sumardji: Bangun SDM Sepakbola Berkualitas, PSSI Siap Gratiskan Kursus Pelatih Level C
DL|Bandarlampung/PSSI/20012026
---- Untuk pertama kalinya dalam pertemuan terbuka
bersama para Ketua Asosiasi sepakbola Kabupaten/Kota se provinsi Lampung, Pelaksana
Tugas (PLT) Ketua Umum Asprov PSSI Lampung, Kombes. Pol. Sumardji menggebrak
dengan tantangan untuk membangun SDM sepakbola Lampung melalui beberapa program
yang salah satunya adalah lisensi kepelatihan.
Sumardji mengatakan bahwa inti dari pembinaan sepakbola
adalah pembinaan usia dini yang terencana dan terprogram dengan baik. “Maka
dari itu saya sarankan Lampung mulai berfikir melakukan pembinaan mulai dari
SSB (Sekolah Sepak Bola), dimana di sini anak-anak usia dini sudah memiliki
peran penting dalam Sepak Bola,” ungkap Sumardji di Bandarlampung, Selasa 20
Januari 2026.
SSB, lanjut Sumardji harus ada di setiap kabupaten kota
dengan organisasi yang baik dan diurus dengan benar, terutama dengan pelatih
yang memiliki kapasitas dan berlisensi.”Banyak pelatih yang memiliki sertifikai
tetapi tidak memiliki lisensi. Maka dari itu saya tantang Lampung untuk segera
bangkit dengan SDM pelatih dan wasit yang semakin berkualitas.” Tambahnya.
Lampung dengan jumlah penduduk lebih dari 9 juta,
mestinya memiliki potensi mengembangkan sepakbola lebih baik dari kota Malang
yang hanya berpenduduk sekitar 2 jutaan saja. Namun minat untuk bermain
sepakbola di pulau Jawa sangat tinggi.
“Dari faktor jumlah penduduk, Lampung punya alasan dan potensi untuk lebih banyak mendapatkan talenta sepakbola yang bagus. Namun syaratnya yaa itu tadi harus banyak juga tenaga pelatih yang berkualitas.
Kursus Gratis
Sumardji menambahkan bahwa selain adanya SSB yang dikelola
dengan benar, seharusnya juga dibentuk Akademi yang professional dikelola
secara baik.
“Ini dimungkinkan bisa menampung pemain-pemain berbakat
dari SSB untuk mengikuti pelatihan yang lebih fokus dan professional. Kalau
Akademi hanya sekedar nama namun tidak diurus dengan baik yaa percuma,”
ungkapnya.
Maka dari itu, untuk memenuhi tenaga pelatih dan wasit
yang berkualitas, maka PSSI harus memiliki keberanian dan gebrakan untuk
membantu tenaga-tenaga pelatih melalui program lisensi C kepelatihan untuk
meningkatkan kualitas sepakbola di tataran provinsi.
Sumardji menawarkan agar peserta lisensi C digratiskan.
Caranya, biaya yang biasanya dipatok antara 10 jutaan rupiah itu bisa disubsidi
oleh PSSI dengan menanggung biaya pemateri atau tutor. Sehingga peserta hanya
akan menyiapkan keperluan untuk makan dirinya masing-masing.
“Untuk penginapan, kita coba akan meminta bantuan
pemerintah daerah untuk membantu menyiapkan mess atau penginapan sebagai
penampung para peserta. Kalau sudah begini, apa lagi alasan untuk tidak bisa
ikut lisensi?” Tanya Sumardji.
Dengan banyaknya pelatih berlisensi dan berkualitas, maka
lambat laun kemampuan anak-anak pasti akan meningkat juga.
Rekomendasi
Dengan digratiskannya peserta Lisensi C kepelatihan ini,
maka peran Asprov segera mensosialisasikan program ini, dan seluruh peserta
diwajibkan mendapatkan lisensi dari Askab atau Askot dimana mereka berada.
Ini untuk memastikan bahwa para peserta juga bukan
sembarangan, dan sudah memiliki dasar-dasar kepelatihan sebelumnya.
“Peserta ya harus dibatasi, dan wajib mendapat
rekomendasi dari Askab dan Askotnya. Tidak boleh sembarangan menerima peserta,”
tambahnya.
Soemardji akan berusaha meminta dukungan kepada Gubernur
Lampung bisa membantu menyiapkan mess untuk peserta.
Namun ketua Askab PSSI Mesuji menawarkan untuk menjadi
tuan rumah pelaksanaan ujian Lisensi C, dan kemudian disetujui bersama, tinggal
menetapkan waktu pelaksanaannya saja.
Sumardji mengingatkan bahwa Lisensi C ini harus segera
digelar, karena masa Plt bagi Sumardji hanya sampai bulan Juni 2026. “Segera
dirancang dan segera dilaksanakan,” ujarnya.
Untuk perwasitan, Sumardji juga akan segera melakukan
evaluasi, dan kemungkinan juga mengadakan pelatihan untuk lisensi atau
sertifikasi wasit sepakbola
“Wasit juga menjadi faktor lain dalam keberhasilan
pembinaan sepakbola. Wasit yang baik dan jujur sangat menentukan kondisi
kompetisi yang kondusif. Jangan sampai ada wasit terima kanan dan terima kiri.
Kalau ada wasit yang bagus nanti kita kasih bonus. Tapi yang jelek dan tidak sportif
kita berhentikan saja.” Ungkap Sumardji. (don)





Comments